Close

Ritual Penyucian Diri di Sungai Gangga

perayaan kumbh mela di sungai gangga

India selalu punya kultur dan budaya yang menarik untuk di bahas. Ada satu tradisi unik yang dilakukan di salah satu tempat destinasi wisata yang tersohor di India yaitu Kumbh Mela, yang berarti membersihkan diri. Ini dilakukan oleh masyarakat beragama hindu yang berada di India.

Kumbh Mela ini dilakukan setiap 12 tahun sekali, maka dari itu masyarakat setempat sangat berantusias untuk berbondong-bondong melakukanya, bahkan sudah dijadikan festival, agar dapat memperkenalkan budaya yang unik ini ke mata dunia. Banyak juga orang-prang asing yang penasaran dan berdatangan untuk menyaksikan permandian tersebut yang dilakukan di Sungai Suci Gangga.

Kumbh Mela juga merupakan perayaan agama Hindu terbesar yang diadakan tepat pada tanggal 14 Januari. Kota Kolkata menjadi kota yang dilalui cabang Sungai Gangga yang induknya mempunyai aliran sepanjang 2.525 kilometer.

Sungai Gangga yang melewati Kolkata adalah anak sungainya yaitu Sungai Hooghly nama resminya. Namun warga India tetap menganggap Sungai Hooghly sebagai Sungai Gangga juga. Gangga ialah sungai yang mengalir di India bagian utara. Dalam agama Hindu, Gangga juga disembah sebagai penjelmaan dewi karena mengandung berkah juga keabadian.

Gangga adalah nama seorang dewi dalam agama Hindu yang dipuja sebagai dewi kesuburan dan pembersih segala dosa dengan air suci yang dicurahkannya. Dan beliau juga merupakan Dewi Sungai Suci Gangga. Dewi Gangga selalu dilukiskan sebagai wanita cantik yang mencurahkan air di dalam guci. Masyarakat percaya bahwa ketika mereka mandi di Sungai Gangga pada saat yang tepat maka akan memperoleh pengampunan dosa dan memudahkan seseorang untuk mendapat keselamatan.

Bukan hanya itu saja, bahkan banyak orang yang berdatangan dari daerah-daerah yang jauh, mereka membawa abu jenasah keluarga mereka untuk dicelupkan di Sungai Suci Gangga ini. Pencelupan tersebut dipercaya sebagai jasa untuk mengantarkan abu tersebut masuk surga.

Dalam aturan seni di India, kendi yang berada di tangan Dewi Gangga melambangkan cita-cita akan kemakmuran hidup dan kesuburan.Yang memberi makan dan menopang alam semesta. Dan sebagai kendaraannya Gangga menggunakan hewan yang seringkali menjadi tempat pijakan bagi dirinya. Hewan itu adalah Makara, mahkluk campuran yang memiliki tubuh perpaduan buaya dan ekor ikan. Makara dalam Agama Hindu diperkirakan memiliki hubungan dengan Capriconus dalam astrologi barat. Dia juga merupakan kendaraan air bagi Dewa Air dalam Weda yaitu Baruna.

Untuk ke Sungai Gangga pengunjung diwajibkan membayar Rs50 dengan auto richshaw atau bajaj. Sepanjang Sungai Gangga kamu akan menemukan banyak sekali sapi. Ya, masyarakat beragama Hindu memang meyakini bahwa sapi merupakan hewan suci. Di sekitar Sungai Gangga juga banyak Akomodasi-akomodasi seperti hotel dan homestay.

Para pegelola homestay ini memberikan tarif untuk tiap orang. Tarif tersebut tidak termasuk biaya makan. Salah satunya yaitu homestay bernama Mukti Bhawan yang artinya Rumah Pembebasan. Tak seperti penginapan pada umumnya. Bisnis penginapan di daerah Varanasi hanyalah sewa kamar tanpa fasilitas. Karena tujuan para peziarah hanya satu yaitu meninggal.

Di Mukti Bhawan, setiap tamu hanya boleh tinggal paling lama 15 hari. Kalau sampai hari terakhir, pengunjung tersebut belum meninggal maka ia akan diminta untuk meninggalkan penginapan dengan sopan. Tapi ada saja peziarah yang sampai berbulan-bulan tinggal di kota ini. Harapan mereka cuma satu, bisa meninggal di Varanasi dan abu kremasi dihanyutkan di Sungai Gangga.

Kebanyakan dari pengunjung akan menghabiskan waktunya bernyanyi atau menyembah dewa di kuil serta berdoa di sepanjang Sungai Gangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *