Semakin tingginya aktivitas terorisme di seluruh dunia memunculkan isu larangan membawa laptop ke kabin pesawat. Sejumlah isu teror mengkhawatirkan bermunculan seperti isu baru-baru ini yang sempat membuat heboh dunia penerbangan lokal dan internasional mengenai larangan membawa gadget seperti ponsel, laptop, e-reader dan perangkat elektronik sejenis. Menurut pihak Amerika Serikat larangan membawa perangkat elektronik berukuran besar dipicu oleh ancaman teroris yang semakin gencar melakukan serangan teror. Menurut pihak barat kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) sejak beberapa waktu lalu mulai mencari cara baru untuk memasukkan bahan peledak ke dalam kabin pesawat dengan menyembunyikannya di perangkat elektronik berukuran besar. Larangan membawa gadget lebih besar dari ukuran smartphone seperti laptop dan tablet ini kemudian diikuti oleh Negara Inggris dan berdampak pada sebagian besar maskapai negara timur tengah yang menuju rute Amerika Serikat serta Inggris. Baik AS maupun Inggris memberlakukan kebijakan yang melarang laptop dan alat elektronik yang berukuran lebih besar dari telepon genggam dibawa ke dalam kabin pesawat, sejak awal April 2017 ini. Alat-alat elektronik berukuran panjang lebih dari 16 cm, lebar lebih dari 9,3 cm dan ketebalan lebih dari 1,5 cm harus dimasukkan ke bagasi tercatat.

dilarang membawa laptop ke kabin pesawat

Ledakan yang berasal dari laptop pernah diberitakan sebelumnya menimpa pesawat Somalia. Dubes Somalia untuk Swedia yang tengah berada di dalam pesawat sempat merekam insiden tersebut. Ledakan bersumber dari laptop hingga membuat lubang di kabin pesawat. Untungnya pesawat masih terbang rendah dan bisa kembali mendarat dengan selamat. Sementara itu perangkat elektronik yang dilarang di bawa ke dalam kabin pesawat sesuai dengan aturan otoritas Amerika Serikat yaitu: Laptop, Tablet, E-reader, Kamera, Pemutar DVD portable, Game elektronik dengan ukuran lebih besar dari ponsel serta travel printers/scanners. Aturan larangan membawa laptop ke dalam pesawat ini sudah mulai diterapkan untuk penerbangan menuju Amerika dari delapan negara berpenduduk mayoritas muslim yaitu: Maroko, Turki, Mesir, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab. Larangan ini juga berlaku untuk semua maskapai di dunia yang transit di timur tengah sebelum melanjutkan penerbangan ke Amerika atau Inggris.

Sementara itu di Indonesia larangan bawa laptop ke kabin pesawat oleh penumpang masih belum diterapkan menunggu regulasi baru dari otoritas yang berwenang. Namun perangkat elektronik yang akan dibawa ke kabin pesawat akan diperiksa ketat. Pemeriksaan akan dilakukan dalam Bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat. Perangkat elektronik yang dibawa penumpang semuanya harus dikeluarkan dari dalam tas dan diperiksa melalui mesin X-Ray dan juga secara manual. Dikutip dari detik.com, adapun pemeriksaan barang elektronik secara manual yang akan dilakukan petugas adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Calon penumpang/pemilik barang harus menghidupkan perangkat elektronik tersebut.

2. Calon Penumpang/Pemilik barang elektronik akan diminta mengoperasikan perangkat elektronik tersebut.

3. Personel keamanan penerbangan akan mengawasi dan melihat hasil pemeriksaan dari perangkat tersebut.

aturan tidak boleh bawa laptop ke kabin pesawat

Hingga kini Pemerintah Indonesia belum memiliki aturan mengenai larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat.

Share this :

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Komentar

komentar