bali-kite-festival

Festival Layang-layang Bali atau Bali Kite Festival merupakan momen tahunan di Bali yang paling ditunggu-tunggu oleh penghobi layangan dan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Festival layang-layang tahunan di Bali biasanya digelar pada musim angin yakni antara bulan Juli hingga Oktober sesuai kondisi cuaca. Layang-layang di Bali sudah menjadi bagian dari budaya dan keberadaannya terus dilestarikan untuk hiburan, upacara sekaligus sebagai atraksi wisata.

Permainan layang-layang merupakan sebuah hobi yang digemari oleh berbagai kalangan di Bali mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Bukan sekedar hobi saja, menurut beberapa tokoh agama Hindu, permainan layang-layang memiliki makna religius konon sebagai persembahan kepada Dewa Rare Anggon. Rare Anggon dipercaya sebagai pelindung areal persawahan petani sehingga sawah masyarakat Bali tak terkena hama wereng maupun burung.

Festival ini bermula pada tahun 1979 yang diikuti oleh banyak peserta dari International Kite Flying Club. Festival yang digelar tahun ini merupakan festival yang ke-33 kalinya. Saat festival, ribuan peserta dan pecinta layangan akan membanjiri arena serta membawa layangan dari berbagai jenis, warna dan ukuran. Menurut jenisnya layangan tradisional ada yang bernama bebean, janggan, pecukan dan layangan kreasi baru. Saat festival berlangsung layangan ini akan menghiasai langit biru diiringi gamelan gong Bali bertalu-talu.

Beberapa layang-layang tradisional Bali seperti Bebean (berbentuk ikan), Janggan (berbentuk burung) dan Pecukan (daun berbentuk) dan juga layang-layang kreasi baru akan mengikuti kontes. Ukuran layang-layang adalah berkisar antara 4 meter – 10 meter panjangnya. Untuk layangan model Janggan bisa memiliki panjang ekor hingga 200 meter lebih. Desain dari layang-layang biasanya dengan warna hitam, warna merah dan putih seperti layang-layang tradisional Bali, kecuali untuk layang-layang dengan kreasi baru dengan bentuk yang unik-unik.

Satu kelompok bisa terdiri dari lebih dari 10 orang dan tergantung pada ukuran layang-layang. Lebih panjang dan besar layangannya, maka anggotanya lebih banyak. Para anggota bersaing dengan anggota lain dan para juri akan melihat cara mereka menerbangkan layangannya serta lama tidaknya layang-layang bisa terbang. Layang-layang harus bisa mengikuti arus angin, sehingga anggota terbaik akan mendapatkan piala dan uang jika salah satu layang-layang dipilih untuk menjadi pemenang.

Biasanya festival layang-layang di Bali diadakan masing-masing selama tiga hari untuk even lokal dan internasional serta digelar di Pantai Padanggalak, Sanur. Jika Anda tertarik untuk menghadiri festival layang-layang tahunan di Bali maka persiapkan waktu Anda antara bulan Juli hingga Oktober dan pengumuman pasti tanggal berlangsungnya festival adalah di akhir bulan Juni dengan mempertimbangkan keadaan cuaca saat itu.

Share this :

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter

Komentar

komentar